Perjalanan Karir DODIT MULYANTO Sebelum Menjadi Komedian
DI LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT
DI LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT
Kebangsaan: Indonesia
Sebelum menjadi komedian, Dodit berprofesi sebagai guru musik di SD katolik Santa Clara Surabaya dan SMP Katolik Santa Clara Surabaya. Lulusan jurusan Pendidikan Geografi Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ini kali pertama tampil dalam show stand-up comedy di sebuah kafe di Surabaya pada tahun 2012. Saat itu ia maju ke panggung tanpa persiapan apapun, dikarenakan teman-temannya yang memaksanya untuk mencoba.[3]
Setelah itu ia mengikuti Stand-up Comedy Indonesia season 4 di Kompas TV bersama komika (stand-up comedian) lainnya seperti Abdurrahim Arsyad, Yudha Keling, Yudhit Ciphardian, dan lainnya. Namun tersisih di show ke-13.
Sebagai Komedian ia selalu membawa karakter khasnya sebagai apa yang di sebut "Pria Jawa yang memegang erat budaya Eropa". Selain itu dalam banyak penampilannya ia selalu membawa biola sebagai penunjang penampilannya.Ia juga memiliki ciri khas lain seperti membuka penampilannya dengankata kata “Hai guys… Selamat malam penggemar, masyarakat, penduduk, khalayakramai” dan melontarkan gombalan (rayuan) kepada salah satu penonton perempuan seperti" Ini panah cinta buat kamu, iya kamu…". Dodit selalu menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang memiliki masa kecil yang senang bermain di sawah dan hal ini terkadang dimasukkannya ke dalam materi komedinya. Selain itu, ia memiliki kebiasaan unik sebelum tampil dalam shownya: sepuluh menit sebelum tampil ia menarik napas panjang, melakukan gerakan ala tai chi, lantas berteriak-teriak, lima menit kemudian ia minum air putih banyak-banyak lalu duduk diam tanpa mau diganggu. Sejak SUCI 4 Show 8, Raditya Dika menjadi sasaran Dodit ketika ia sedang bercanda. video saat dodit akting bernyayi https://www.instagram.com/p/BHR08A9BNyF/
Sebagai pekerja seni, dodit turut mengapresiasikan jiwa seninya dengan menambahkan tatto pada lengan bawah kanannya. tatto bergambar michrophone dan biola. dodit cinta banget lo sama biola, karna kepandaianya bermain biola akhirnya dodit menjadi finalis SUCI Kompas TV 4 yang punya ciri khas sendiri, oleh sebab itu, biola dan michrophone jadi barang yang sehidup semati banget buat dodit.
Sebagai pekerja seni, dodit turut mengapresiasikan jiwa seninya dengan menambahkan tatto pada lengan bawah kanannya. tatto bergambar michrophone dan biola. dodit cinta banget lo sama biola, karna kepandaianya bermain biola akhirnya dodit menjadi finalis SUCI Kompas TV 4 yang punya ciri khas sendiri, oleh sebab itu, biola dan michrophone jadi barang yang sehidup semati banget buat dodit.

Sukses trus Dodit
BalasHapusmas dodit tak gleyeri semaputtt
BalasHapus😊😊😊
BalasHapusMangtapp
BalasHapus