PERJALANAN KARIR RADITYA DIKA MENJADI KOMIKA
source :https://www.instagram.com/p/BvqYG4wg3_i/
source :https://www.instagram.com/p/BvqYG4wg3_i/
Raditya Dika lahir di Jakarta pada 28 Desember 1984 dengan nama Dika Angkasaputra Moerwani, tapi ia menggantinya saat duduk di kelas 4 SD. Pada saat itu, Radith meminta izin kepada orang tuanya untuk mengganti nama Dika Angkasaputra Moerwani menjadi Raditya Dika.
Pergantian nama tersebut tidak secara resmi bahkan pada akte kelahiran masih tertulis dengan nama Dika Angkasaputra Moerwani. Saat Ujian kelulusan SD, ia diminta pihak sekolah untuk menuliskan namanya pada lebar formulir, tapi ia menulis namanya sebagai Raditya Dika, bukan nama yang tertulis di akte kelahirannya. Hal tersebut membuat ijazah SD yang seharusnya bernama Dika Angkasaputra Moerwani menjadi Raditya Dika.
Tidak hanya saat SD, saat memasuki SMP ia menuliskan nama Raditya Dika mengikuti ijazah SD, bukan mengikuti nama akte kelahiran. Maka, ia pun terdaftar di SMP Tarakanita I dengan nama Raditya Dika. Sejak itu namanya dalam kehidupan pendidikan menjadi Raditya Dika. Ia juga akrab dipanggil teman-t emannya dengan nama Radith. Tidak hanya di Ijazah, nama penggunaan nama Raditya Dika juga dipakai pada KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan SIM (Surat Izin Mengemudi).
Raditya Dika mengawali keinginan membukukan catatan harian di blog pribadinya saat ia memenangi Indonesian Blog Award. Raditya juga pernah mendapatkan Penghargaan bertajuk The Online Inspiring Award 2009 dari Indosat. Dari pengalaman tersebut, ia mencetak tulisan-tulisannya yang ada di blog lalu ia menawarkannya ke beberapa penerbit untuk dicetak sebagai buku. Awalnya banyak yang menolak, namun saat ia ke Gagasmedia, sebuah penerbit buku, naskah itu diterima meski harus melakukan presentasi terlebih dahulu.
Radith sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama. Ia tampil dengan genre baru yang segar, yang membuat ia berbeda dari penulis lain adalah ide nama binatang yang selalu ia pakai dalam setiap bukunya. Dari buku pertama hingga terbaru, semua judul mengandung nama binatang.Bagi Radith, itu adalah selling point darinya.
video stand up komedi raditya dika :https://www.instagram.com/p/BdCJO1aHYQm/ Menurut Radith, sebagai penulis tetap harus memiliki inovasi. Sebenarnya, pada bulan-bulan pertama, buku pertamanya tidak terlalu laku. Tapi, menurutnya itu adalah risiko masuk dalam genre baru. Radith lalu gencar berpromosi lewat blog yang ia kelola. Selain itu, ia juga gencar promosi lewat mulut ke mulut atau word of mouth. Radith meminta pembaca bukunya berfoto dengan buku pertamanya tersebut kemudian dikirim ke Radith. Hal tersebut menjadi strategi pemasaran yang dapat mengelola pembaca sebagai target pasarnya. Menurut Radith, dalam menulis, setelah buku terbit, urusan selesai. Selanjutnya, pemasaran diserahkan pada penerbit.
Setelah novel dan komik, perjalanan karir Raditya Dika berlanjut pada dunia hiburan (entertainment). ... Setelah berperan menjadi Dikung dalam Kambing jantan The Movie ini karir Radith didunia hiburan kemudian berlanjut pada film-film layar lebar lain, sinetron dan acara TV.

Syukron
BalasHapusNice idola
BalasHapusbang radiiiiitttt
BalasHapusDaebakkk
BalasHapusSampierSa hijau
BalasHapusAduuu bang radit
BalasHapus